Lahan Minas Injeksi Surfaktan Resmi Diuji

Setelah minggu lalu diresmikan Enhanced Oil Recovery (EOR) Pilot Station Kaji-Semoga Field, Rimau Asset, Sumatera Selatan, Wakil Menteri ESDM, Rudi Rubiandini meresmikan Injeksi Premiere untuk Uji Lapangan Minas Surfactant, Rumbai, Provinsi Riau. Proyek Percontohan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ini menghabiskan US$ 165 untuk 20 sumur eksperimental dan akan berlangsung selama enam bulan.

“Peningkatan produksi minyak sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Sejarah mencatat bahwa ada 22,8 miliar barel minyak dieksploitasi dari Indonesia. Kita bisa membayangkan bahwa 50% dari jumlah ini sekitar 11 miliar barel minyak yang diproduksi dari Lapangan Minas. Ini berarti bahwa pembangunan di Indonesia telah begitu mulia sejak lama dan lebih mulia karena kita tahu lima tahun rencana pembangunan (Repelita) I, II, III, IV, V, dan sampai sekarang. Ini adalah dari minyak dan gas, “kata Rudi Rubiandini, Senin (14/1/2013).

“Puncak pembangunan Indonesia adalah ketika 70% dari Penerimaan Negara berasal dari minyak dan gas. Tubuh dan tulang punggung APBN berasal dari minyak dan gas,” katanya.

Injeksi Premiere untuk Uji Lapangan Minas Surfactant, Rumbai, Provinsi Riau oleh PT CPI dimaksudkan untuk menguji efektivitas teknologi surfaktan polimer dalam meningkatkan produksi minyak mentah yang tidak lagi mampu mengangkat minyak menggunakan metode sekunder dalam mencapai minyak seperti injeksi air yang saat ini dilakukan di Lapangan Minas.

Biaya proyek US$ 165 terdiri dari 20 sumur lapangan yang dibor langsung ke dalam tanah di kedalaman 2.200 kaki, atau sekitar 670 meter. Proyek EOR adalah proyek terbesar di Indonesia dilihat dari jumlah sumur dan menggunakan polimer surfaktan.

Categories

Santos telah mengumumkan proses akuisisi 50% saham di Northwest Natuna Production Sharing Contract (PSC) lepas pantai Indonesia dari AWE Limited. Northwest Natuna PSC berisi kilang minyak Ande Ande Lumut yang telah dinilai secara independen mengandung sekitar 100 juta barrel minyak. Wakil Presiden Santos Asia Pasifik, Martyn Eames mengatakan bahwa akuisisi tersebut konsisten dengan strategi Santos yang fokus pada perkembangan negara-negara inti di Asia. “Ande Ande Lumut merupakan proyek pengembangan minyak yang berada di Indonesia, sebuah negara di mana Santos telah memiliki track record yang panjang, pengalaman dan mendemonstrasikan kemampuan kami. Tim kami yang berbasis di Jakarta telah berhasil menyampaikan tiga perkembangan proyek lepas pantai dalam beberapa tahun terakhir – Maleo, Oyong dan Wortel – dan saat ini sedang mengerjakan proyek ke empat di Peluang,” jelasnya.