Technip dalam Joint Venture dengan MMHE Mendapat Kontrak Penting untuk Proyek Malikai di Malaysia

Technip, dalam sebuah usahan patungan dengan Malaysia Marine and Heavy Engineering Sdn Bhd (MMHE) baru saja dianugerahi oleh Sabah Shell Petroleum Company Ltd (SSPC) sebuah kontrak penting untuk pengadaan, rekayasa dan konstruksi “Tension Leg Platform” (TLP) untuk TLP proyek bawah laut Malikai.

TLP tersebut akn didesain sebagai platform berawak penuh dan akan dipasang sekitar 110 kilometer lepas pantai Sabah, Malaysia, pada kedalaman air sekitar 500 meter. TLP tersebut akan berbobot maksimal sekitar 26.000 metrik ton, menggabungkan sebuah topsides, yang akan memiliki fasilitas untuk memproses 60.00 barel minyak dan 1.4 kubik meter gas perhari, serta menampung sebuah hull. Tendon akan dibuat di teluk Meksiko, Amerika Serikat dan diangkut ke Malaysia untuk instalasi di ladang Malikai.

Technip akan memimpin usaha patungan dengan teknik dan pengadaan yang akan dilaksanakan di pusat operasi mereka di Kuala Lumpur, Malaysia. Rekayasa Hull dan Moorings akan dilakukan di Kuala Lumpur oleh Technip MHB Hull Engineering (TMH). TLP Malikai akan dibangun dan dikerjakan di lokasi pabrik MMHE di Pasir Gudang, Johor, Malaysia. Pekerjaan tersebut dijadwalkan akan selesai pada pertengahan 2015.

Lim Kwee Keong, Senior Vice President, Technip Asia Pacific, menyatakan : “Kontrak untuk Joint Venture Technip_MMHE ini memperluas partisipasi kami dalam merintis proyek bidang pembangunan bawah laut di Malaysia. Ini juga menegaskan kepercayaan Shell kada kemampuan Technip dan MMHE untuk bisa menyelesaikan proyek ini dengan sukses. Kontrak ini menjadi kontrak TLP pertama dan langkah baru dalam pengembangan kami ke pasar fasilitas produksi deepwater terapung di kawasan Asia Pasifik yang sedang berkembang.”

Dominiwue de Soras, Managing Director dan CEO, MHB mengatakan: “Proyek ini adalah TLP pertama yang diadakan di Malaysia dan menjadi floating platform for deepwater fields ketiga di Malaysia. Dengan proyek TLP Malikai Deepwater, kami berharap dapat memperluas kemitraan strategis kami  dan rekam jejak eksekusi kami yang sukses dengan Technip

Categories

Santos telah mengumumkan proses akuisisi 50% saham di Northwest Natuna Production Sharing Contract (PSC) lepas pantai Indonesia dari AWE Limited. Northwest Natuna PSC berisi kilang minyak Ande Ande Lumut yang telah dinilai secara independen mengandung sekitar 100 juta barrel minyak. Wakil Presiden Santos Asia Pasifik, Martyn Eames mengatakan bahwa akuisisi tersebut konsisten dengan strategi Santos yang fokus pada perkembangan negara-negara inti di Asia. “Ande Ande Lumut merupakan proyek pengembangan minyak yang berada di Indonesia, sebuah negara di mana Santos telah memiliki track record yang panjang, pengalaman dan mendemonstrasikan kemampuan kami. Tim kami yang berbasis di Jakarta telah berhasil menyampaikan tiga perkembangan proyek lepas pantai dalam beberapa tahun terakhir – Maleo, Oyong dan Wortel – dan saat ini sedang mengerjakan proyek ke empat di Peluang,” jelasnya.