API Menggugat Renewable Fuels Standard 2011 Soal Penyediaan Biofuel

American Petroleum Institute (API) telah mengajukan gugatan hukum di US Circuit Court distrik Columbia akhir pekanlalu. API menentang mandate Enviromental Protection Agency (EPA) mengenai penggunaan cellulosic biofuels dibawah Renewable Fuels Standard (Standar Bahan BaKar Terbarukan 2011). API berpendapat bahwa EPA memerlukan penyuling untuk menggunakan biofuel yang tidak ada.

Direktur Operasi dan Hilir API, Bob Greco menyatakan bahwa mandate tidak bisa dicapai dan tidak masuk akal karena memaksa perusahaan penyuling minyak membayar denda akibat tidak menggunakan biofuel yang bahkan tidak tersedia. “Mandat tersebut secara efektif menjadi pajak tambahan pada produsen bensin yang pada akhirnya akan membebani konsumen,” tukas Greco.

Greco menambahkan, Clean Air Act (Undang-Undang Udara Bersih) mengarahkan EPA untuk menentukan ketersediaan  volume cellulosic biofuels yang dimandatkan sebagaimana tercantum dalam “yje projected volume available”. Data EPA sendiri menunjukkan bahwa tidak ada pasokan Cellulosic Biofuel tersedia secara komersil di tahun 2011, padahal bahan tersebut dibutuhkan oleh perusahaan penyuling dan importir bensin untuk dipakai atau membayar kredit untuk menutupi ketiadaan biofuel sebanyak 6.6 juta gallon.

Menurut catatan Greco, EPA membantah petisi API untuk mempertimbangkan kembali mandate tersebut di bulan Mei dan melanjutkan mandate pada biofuel yang tidak ada tadi, bahkan pada tingkat yang lebih tinggi. Di bulan Maret, API mengajukan gugatan yang sama terhadap “Cellulocis Biofuels Requirement” tahun 2012 yang diterbitkan EPA, mengingat target tersebut pun tidak dapat dicapai.

Greco mengatakan API akan terus merekomendasikan pada EPA untuk memprediksi sekurang-kurangnya 2 bulan produksi actual cellulosic biofuel pada tahun berjalan saat membuat proyeksi volume mandate untuk tahun berikutnya. Hal itu diharapkan akan mampu memberikan penilaian lebih realistic dari produksi potensial di masa depan daripada hanya mengandalkan pernyataan dari perusahaan yang memiliki kemampuan memproduksi sejumlah cellulosic biofuels yang diharapkan EPA malah dipertanyakan.

Categories