Harga Solar Turun Hingga Rp 200 Per Liter

Pemerintah mengumumkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar sebesar Rp 200 per liter menjadi Rp 6.700 per liter dari sebelumnya Rp 6.900 per liter. Di sisi lain, harga BBM jenis premium tetap seperti saat ini. Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, penurunan ini dalam rangka untuk memangkas biaya perekonomian. Ini juga masih dalam rangka paket perekonomian yang dirilis oleh pemerintah.

“Selain itu, juga akan diumumkan untuk jenis bahan bakar yang lain, seperti elpiji 12 kg, pertamax, dan pertalite,” ujarnya, Rabu (7/10/2015). Sementara itu Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Sudirman Said Untuk waktu penurunan harga Solar belum diumumkan secara spesifik. Dia hanya menyebut sekitar 2-3 hari setelah pengumuman karena perlu waktu untuk penyesuaian distribusi.

Di sisi lain, Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja menuturkan harga BBM jenis solar melorot Rp 200 per liter, didapatkan bukan dari pemangkasan pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10% dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5-10%, melainkan karena efisiensi yang berhasil dilakukan Pertamina. Wiratmaja menuturkan, kedua item pajak itu merupakan komponen dalam formula perhitungan harga BBM. Pajak-pajak tersebut sudah diusulkan untuk direvisi. Lebih lanjut Wiratmaja menjamin bahwa Pertamina tidak mengalami kerugian dengan menyalurkan Solar subsidi dengan harga Rp 6.700 per liter, karena masih ada delta positif (buat solar)

Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan pasti kaget bercampur kecewa karena penurunan harga solar hanya Rp 200 per liter. Karena, hitung-hitungan Mamit, penurunan harga solar bisa mencapai Rp 1.000 per liter. Karena Mamit menilai cost MOPS plus alfa-nya sudah sangat jauh.

Harga ‘baru’ solar subsidi yang diumumkan pemerintahnmerupakan bagian dari paket kebijakan ekonomi jilid III.

Categories