Mengenali Kualitas Bahan Bakar Diesel

Secara umum, bahan bakar diesel merupakan bahan bakar cair apapun yang digunakan untuk mesin diesel. Minyak bahan bakar yang berasal dari hasil distilasi fraksi minyak bumi adalah yang paling banyak dikenal dan saat ini masih digunakan. Namun, ada juga produk selain dari turunan minyak bumi seperti biodiesel, biomassa diesel menjadi cairan atau diesel gas menjadi cairan. Bahan bakar diesel dari hasil minyak bumi umumnya disebut petrodiesel. Sedangkan, juga ada istilah lain untuk standar bahan bakar diesel dengan kandungan sulfur yang telah direndahkan, yaitu Ultra-Low Sulfur Diesel (ULSD).

Di Britania, bahan bakar diesel untuk penggunaan jalan raya disebut DERV (Diesel-Engined Road Vehicle) atau Kendaraan Bermesin Diesel untuk Jalan Raya. DERV memiliki pajak yang lebih besar di Britania dibandingkan diesel untukk penggunaan non-jalan raya. Bahan bakar diesel disebut juga Distillate di negara Austalia, karena memang bahan bakar ini merupakan hasil distilasi minyak bumi. Sedangkan di nIndonesia, bahan bakar diesel lebih dikenal dengan sebutan Solar.

Kualiatas bahan bakar diesel bisa ditentukan melalui kadar angka cetane. Angka cetane memiliki nilai 0 sampai 100 yang menunjukkan pembakaran relative. Angka ini sekaligus sebagai salah satu sejumlah factor terukur dari karakteristik keseluruhan dan kualitas solar. Jika bahan bakar diesel memiliki angka 100, maka bahan bakar diesel ini memiliki cetane murni dan akan sangat mudah terbakar. Karena semakin tinggi angka cetane, semakin tinggi pula kualitas bahan bakar. Cetane ini lebih dipilih sebagai standar penggambaran kemudahan pemabakaran relative bahan bakar diesel karena paling mudah menyala dalam ruang pembakaran.

Bahan bakar dengan angka cetane tinggi akan menyala lebih cepat dan melakukan proses pembakaran yang lebih efisien sehingga bisa meningkatkan kinerja mesin. Sebaliknya, bahan bakar diesel dengan angka cetane rendah menyebabkan mesin diesel berjalan lamban dan menyebabkan emisi yang lebih tinggi akibat pembakaran yang tidak efisien. Selain itu,angka cetane rendah juga cenderung membuat mesin sulit dinyalakan.

Banyak negara yang telah menetapkan standar untuk angka cetane minimum, yakni berkisar antara 40-51. Untuk mengukur atau menentukan angka cetane, bahan bakar diuji terlbih dahulu menggunakan mesin diesel kompresi variable yang dirancang khusus.

Categories