Denmark Mampu Tingkatkan Produksi Biomass

Di negaranya Hans Christian Andersen, Denmark, pelaku industri saat ini sedang tertarik untuk mengembangkan sektor biorefinery yang dapat menggantikan produk berbasis minyak dengan material Biofriendly baik pada bahan kimia, energi dan bahan bakar. Namun langkah ini membutuhkan produksi biomass yang jauh lebih besar.

Para ilmuwan dari Universitas Copenhagen dan Aarhus University telah menerbitkan sebuah laporan   yang menunjukkan bagaimana cara meningkatkan produksi biomass hingga lebih dari 20% dengan cara ramah lingkungan.

Laporan berjuluk “The ten-million-tonne plan” ini mendeskripsikan cara peningkatan produksi biomass dari pertanian dan perhutanan sebesar 10 juta ton per tahun tanpa mempengaruhi produksi pakan dan makanan. Rencana tadi juga menujukkan bagaimanacara mereduksi dampak lingkungan dibandingkan yang ada saat ini. Laporan ini juga mengandung sejumlah sub elemen tertentu yang diharmonisasikan dan memberikan solusi cara penggunaan biologi dan teknologi berkelanjutan untuk mendapatkan tambahan 10 ton biomass setiap tahun di 2020 tanpa mengganggu lahan pertanian lainnya.

Peningkatan produksi biomass berarti akan berimbas pada kemungkinan untuk membangun sector biorefinery di Denmark – sector yang sangat penting untuk pembentukkan “green economy” di sana. “Sektor biorefinery akan membuka sekitar 20.000 lapangan pekerjaan baru di Denmark. 10 juta ton  biomassa sebenarnya sama dengan 20% dari konsumsi gas alam dan 30 – 50% dari konsumsi petroleum dan diesel,” jelas Professor Claus Felby dari University of Copenhagen.

Categories