Gas Alam Mencederai Raksasa-Raksasa Energi

Rendahnya harga gas alam menyebabkan kuartal kedua 2012 menyakitkan bagi sebagian besar perusahaan energi yang diperdagangkan secara publik. Hal ini diungkapkan oleh The Wall Street Journal, menyebutkan rendahnya harga gas alam ini paling merugikan perusahaan energi  terbesardunia, Exxon Mobil.

Exxon melaporkan laba $15.9 miliar pada kuartal kedua 2012, namun hampir setengah dari jumlah itu berasal dari penjualan beberapa aset mereka yang signifikan. Hal ini menyebabkan banyak yang melihat hasil kuartal ini sebagai kekecewaan.

Sebagian sentimen negatif ini berasal dari tingginya kenaikan proporsi investasi Exxon pada gas alam Amerika Serikat, sebaliknya keuntungan yang didapat relatif minim. Secara khusus, pembelian besar-besaran Exxon terhadap produsen gas alam Amerika, XTO Energy telah mendulang kritikan keras.

Perusahaan energi lainnyaseperti BP dan Chevron sedikit terlindungi dari kehancuran di kuartal kedua dengan membatasi porsi produksi mereka dari gas alam. Akan tetapi, Royal Dutch Shell menampilkan tingkat yang sama dan menunjukkan penurunan keuntungan yang cukup besar.

Namun demikian, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Exxon masih akan memulai proyek gas alam baru di Papua New Guinea sebagai usaha untuk memperluas cakupan dalam pasar gas alam cair.

Categories