India Hapus Tekanan Harga pada Penyuling BUMN

Pemerintah India telah mengambil langkah politis sulit menaikkan harga terkontrol solar sebesar 5 rupee / l (sekitar 9¢/l.). Di New Delhi, harga baru akan menjadi 47 rupee /l.

BUMN “perusahaan pemasaran minyak” – Indian oil Corp. Ltd., Bharat Petroleum Corp. Ltd., dan Hindustan Petroleum Corp. Ltd. – telah menderita kerugian besar dari kebutuhan untuk membeli minyak mentah dengan harga pasar dan menjual solar, kerosin (minyak tanah) dan LPG dengan harga dibawah tingkat pasar. Mereka seharusnya mendapat kompensasi untuk konsekuensi “under-recovery” dengan pembayaran dari BUMN produsen dan pemerintah.

Namun pemerintah telah mengakuisisi saham dari under-recovery liability. Hal ini memproyeksikan bahwa tanpa penyesuaian harga, pemulihan-rendah  selama kondisi fiskal saat ini akan menghasilkan jumlah setara rupee sekitar $34 miliar.

Dari kenaikan harga solar, 3,5 rupee/l. akan mengkompensasi  ‘under-recovery’ dan sisa kelebihan cukainya.

Komita Kabinet Urusan Politik juga sepakat untuk membatasi jumlah LPG bersubsidi dikirim ke konsumen India, tetapi tidak mengambil tindakan pada kerosin yang didistribusikan pada publik.

Bensin tidak sepenuhnya tunduk pada control harga, meskipun OMC dibatasi sesuai waktu kenaikan harga dan saat ini mempertahankan under-recovery sekitar 6 rupee/l. Untuk kompensasi, pemerintah akan memotong cukai pada bensin sebesar 5,3 rupee/l

Tindakan untuk harga dan pasokan akan menghadapi oposisi politik yang kaku dan tidak akan sepenuhnya menyelesaikan masalah OMC.

Setelah tindakan baru, under-recovery milik OMC selama tahun fiskal ini masih akan terestimasi menjadi sekitar $30 miliar, lebih tinggi dari tingkatan tahun sebelumnya.

Categories