Indonesia Setujui Ekspansi Tangguh LNG

BP MIGAS, badan eksekutif Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, Indonesia telah menyetujui secara principal, rencana pengembangan lanjutan (Plan of Further Development) untuk perluasan “Proyek Tangguh Liquefied Natural Gas” yang dioperasikan oleh BP di Provinsi Papua Barat, kawasan timur Indonesia.

Persetujuan tersebut diumumkan pada 2 November lalu oleh perdana menteri Inggris, David Cameron di London , setelah pertemuan bilateral dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan dihadiri juga oleh Group Chief Executive BP, Bob Dudley dan Regional President Asia Pacific BP, William Lin.

Pada awal September, atas nama mitra poryek Tangguh, BP mengajukan rencana untuk pengembangan LNG liquefaction train (Train 3) untuk Tangguh. Persetujuan rencana tersebut adalah salah satu langkah penting dalam mempersiapkan keputusan investasi final untuk ekspansi yang saat ini diharapkan akan dilaksanakan pada 2014, hal ini berpotensi akan memungkinkan pelaksanaan operasi train baru tersebut pada tahun 2018.

Total investasi pada Train 3 oleh mitra proyek Tangguh saat ini diperkirakan mencapai US$ 12 miliar (£7.5 miliar).

David Cameron mengatakan : “Kesepakatan pengembangan senilai £7.5 miliar ini adalah berita baik untuk BP, salah satu penanam modal asing di Indonesia. Hal ini akan menjadi dorongan besar bagi perdagangan Inggris yang tumbuh dan berinvestasi di pasar Indonesia yang sedang berkembang,,”

“Perluasan Tangguh akan menjadi langkah signifikan untuk mewujudkan potensi penuh dari aset strategis utama ini. Persetujuan rencana perluasan tersebut adalah perkembangan penting dan menunjukkan komitmen jangka panjang dengan Indonesia dan Pemerintahnya. Saya terutama ingin mengucapkan terima kasih kepada Departemen Energi dan BP MIGAS untuk semua upaya mereka dalam meberikan persetujuan ini,” Ujar Bob Dudle

BP dan mitranya dalam proyek Tangguh, saat ini akan memulai tender jasa untuk front-end engineering and design (FEED) untuk pengembangan Train 3 yang diusulkan.

Rencana ekspansi akan dibangun pada operasi yang sudah ada dengan dua liquefaction train yang sudah dibangun sebelumnya di situs LNG Tangguh, terletak di Teluk Bintuni – Papua Barat. Train 3 diharapkan menambah 3.9 juta ton per tahun (mtpa) kapasitas pencairan Tangguh menjadi kapasitas total proyek menjadi 11.4 mtpa.

“Proyek Tangguh akan berkontribusi untuk peningkatan kebutuhan energy di Indonesia dan juga region Asia Pasifik secara luas, untuk kepentingan Indonesia, masyarakat lokal di Papua Barat dan BP serta mitranya,” tukas William Lin.

Sebagai bagian dari POFD, BP dan mitranya juga berkomitmen untuk sebuah paket komrehensif untuk membantu mengatasi kebutuhan LNG Indonesia serta kebutuhan energy lokal di Kabupaten Teluk Bintani.

Bersadarkan ketentuan dari rencana tersebut, BP dan mitranya telah setuju untuk menjual dan memasok 40% dari output LNG di Train 3 ke Perusahaan Listrik Negara, PT. PLN (Persero) untuk pasar domestik Indonesia.

Selain itu, sebagaimana direncanakan, sekitar 15 juta standard cubic feet perhari gas dipipakan dari ladang Tangguh untuk mencukupi generator lokal berkekuatan 50 megawatt, akan dialokasikan untuk dijual sejak pengoperasian Train 3 ini. Ini akan memasok dan memungkinkan infrastruktur lokal dan bisnis komersil serta akan mendorong pembangunan industry riangan, khususnya desa-desa pantai utara Teluk Bintuni dan seterusnya.

Akhirnya mengenai kebutuhan mendesak yang ada di daerah setempat, termasuk dalam rencana tersebut kesepakatan Generator listrik 8MW di Tangguh plant yang akan dijual ke PLN dan didistribusikan ke masyarakat perumahan di Teluk Bintuni. Listrik diharapkan akan tersedia secara bertahap, pertama akan tersedia 4MV pada Januari 2013 dan 4MW selanjutnya dapat diberikan pada PLN di tahun-tahun berikutnya lebih lanjut bagi masyarakat perumahan.

  • Tangguh dioperasikan oleh BP Indonesia sebagai kontraktor bagi badan regulator minyak dan gas Indonesia, BP MIGAS. BP memegang 37% saham proyek. Mitra kontrak Tangguh lainnya adalah MI Berau B.V (16.30%), CNOOC Ltd.(13.90%), Nippon oil Exploration ( Berau), Ltd. (12.23%), KG Berau/KG Wiriagar (10.00%), LNG Japan Corporation(7.35%) dan Talisman(3.06%).
  • BP telah berpengalaman selama 45 tahun di Indonesia dan menjadi salah satu investor asing terbesar di Negara ini. Kegiatan BP didominasi oleh bisnis eksplorasi dan produksi, khususnya Tangguh LNG telah beroperasi sejak pertengahan 2009.
  • Persetujuan selanjutnya dari regulator dan mitra akan diperlukan sebelum keputusan investasi akhir untuk ekspansi tangguh dijalankan.
Categories