Industri Minyak Hadapi Kekurangan Pekerja Terampil

Industri minyak telah melihat pertumbuhan dramatis beberapa tahun terakhir baik di Negara-negara yang baru mengembangkan cadangan minyak maupun di Negara yang telah lebih maju seperti Amerika Serikat, di mana semuanya telah mulai memasuki masa cadangan migas yang tidak konvensional.

Meskipun menunjukan tren positif seperti di atas, sebuah survey terbaru dari OilCareers.com menunjukkan bahwa kenaikan baru-baru ini telah menempatkan beberpa ketegangan di pusat tenaga kerja industri migas, dimana terjadi kekurangan pekerja terlatih.

Banyak kawasan di dunia telah memberlakukan aturan yang mewajibkan perusahaan minyak melakukan segala upaya untuk mempekerjakan pekerja local sebalum memasukkan oerang-orang dari luar wilayah atau luar negeri. Sebuah upaya untuk memungkinkan daerah dengan cadangan hydrocarbon agar mendapat keuntungan langsung dari sumber daya alam mereka.

Namun banyak dari tempat-tempat ini tidak memiliki cukup banyak program-pelatihan untuk memenuhi kebutuhan pasokan tenaga kerja dengan keterampilan lebih seperti insinyur perminyakan.

“Secara internasional, operator memulai sejumlah besar investasi, memberi keuntungan besar dari kemajuan teknologi,” ujar Mark Guest, managing director OilCareers.com. “Namun tantangan utama tetap berhubungan dengan akses tenaga kerja terampil yang menjadi perhatian penting, dikombinasikan dengan kurangnya  pengalaman global yang diperlukan untuk membantu perusahaan sepenuhnya mewujudkan peluang potensialnya,” pungkas Guest.

Categories