Irak Buat Perjanjian Minyak dan Gas Baru

Kabinet Irak telah menyetujui tiga kontrak baru untuk minyak dan gas yang akan diberikan kepada pihak asing dalam sebuah lelang. Menurut juru bicara pemerintah Irak, hal tersebut menjadi bagian dari upaya negara untuk menarik investasi guna pengembangan sektor energi.

Irak yang juga merupakan anggota OPEC ini diharapkan bisa menjadi sumber pasokan minyak baru dunia selama beberapa tahun mendatang. Irak juga telah menandatangani kontrak dengan perusahaan-perusahaan minyak internasional dan berencana untuk membuka lelang untuk ladang minyak dan gas tambahan.

Menurut Juru Bicara, Ali Al Dabbagh, kabinet telah menyetujui kontrak eksplorasi awal dengan Pakistan Ptroleum untuk blok gas 8 dan kesepakatan lain dengan kelompok yang dikepalai oleh Lukoil untuk mengembangkan blok minyak Irak 10. Perjanjian tersebut juga menyetujui kesepakatan dengan bashneft Rusia untuk mengembangkan blok minyak Irak 12. Namun memutuskan untuk menunda persetujuan kontrak yang telah ditandatangani dengan konsorsium yang dipimpin oleh Kuwait Energy untuk blok minyak 9.

Ekspor minyak Irak naik menjadi 2.565.000 barel per hari rata-rata pada bulan Agustus, level tertinggi selama tiga dekade, jelas pimpinan State Oil Marketing Organisation, alah Alamri kepada Reuters. “Jumlah eksport dari Basra di Selatan mencapai 2,252 mbpd di Agustus, sementara pengiriman dari Kirkuk di Utara mencapai 313.000 barel per hari, termasuk sekitar 6,000 barel per hari dengan truk melalui Jordan,” tambahnya.

Categories