Iran Bantah Berperan Dalam Cyberattacks di Teluk

Para pejabat Iran membantah keterlibatan negaranya dalam serangan cyber baru-baru ini terhadap perusahaan minyak dan gas di Teluk Persia. Mereka juga menyatakan bahwa Iran sangat menyambut penyelidikan terhadap kasus ini.

Mahdi Akhavan Bahabadi, Sekretaris the National Center of Cyberspace, mengecam hal ini sebagai sebuah tuduhan bermotif politik yang dilayangkan oleh Amerika terhadap sebuah link berisikan virus Shamoon. Virus tersebut menghantam perusahaan minyak negara milik Saudi Arabia, Aramco dan produsen gas alam Qatar, RasGas. “Kami menafsirkan ini seagai sebuah masalah politik di dalam negeri Amerika Serikat menjelang pemilihan Presiden,” ujarnya.

Virus ini dapat menyebar melalui jaringan komputer dan akhirnya menghapus file dengan cara meng-overwrite. Menurut Menteri Pertahanan, Leon Panetta, virus tersebut bisa menyebabkan sekitar 30 ribu computer rusak seraya menyebutkan bahwa serangan ini merupakan serangan yang paling merusak sector swasta hingga saat ini.

Pekan lalu seorang pejabat pemerintah AS mengatakan bahwa AS percaya hacker Iran yang kemungkinan didukung oleh pemerintah bertanggung jawab atas serangan ini. Pihak keamanan AS juga telah melakukan penyelidikan di Teluk dan mengindikasikan keterlibatan beberapa negara tertentu.

Categories