Jepang Buka Taman Energi Matahari

Negara matahari terbit, jepang, telah membuka beberapa taman energi solar (matahari) setelah regulasi baru diputuskan yang mewajibkan berbagai perusahaan untuk menghasilkan berbagai energy terbarukan untuk menghentian ketergantungan terhadap tenaga nuklir.

Pembukaan taman tersebut dimulai setelah para insinyur memutuskan untuk mulai mengkonsumsi energi dari tenaga atom yang menimbulkan gelombang protes. Jepang sendiri selama hampir dua bulan sempat terbebas dari nuklir setelah insiden di Fukushima.

Sentra solar baru dibuka di Kyoto, sebelah barat Jepang. Sementara itu, beberapa kota juga telah distimulasi untuk memulai instalasi solar agar mampu menyediakan energi untuk ratusan dan bahkan ribuan rumah.

Pimpinan Japanese Telecommunications Softbank, masayoshi Sin, menentang energi nuklir sejak gempa dan tsunami tahun lalu yang melululantakkan sistem reactor nuklir. Dia juga menyatakan bahwa dirinya telah merencanakan untuk membangun 11 pusat solar dan sentra tenaga angin.

Dorongan untuk berinvestasi guna mengembangkan sumber daya energi terbarukan merupakan hal yang digadang di Jepang belakangan sebagai alternative untuk pusat nuklir. Setelah 49 reaktor dari 50 reaktor di Jepang dinon aktifkan untuk pengecekan keamanan di tengah protes ublik yang kian berkembang.

Pemerintah Jepang mengestimasi daya yang disediakan oleh energy terbarukan di jepang untuk tahun ini mencapai 2,500 megawatts, atau sama dengan dua reactor nuklir berukuran medium.

Categories