Karbon, Kunci Penting Produksi Minyak di Ganggang

Setelah salah persepsi terkait produksi minyak di dalam ganggang, para ilmuwan dari Department of Energy’s Brookhaven National Laboratory di Amerika Serikat telah menunjukkan bahwa memberikan lebih banyak karbon mampu meningkatkan produksi minyak. Karena oganisme akan terus tumbuh. Temuan yang dipublikasikan di Plant and Cell Physiology ini menujukkan beberapa cara baru untuk merubah photosynthetic ganggang hijau menjadi pabrik kecil yang akan memproduksi bahan baku untuk bahan bakar alternatif.

“Kami tertrik dengan ganggang karena mereka tumbuh sangat cepat dan bisa menjadi sangat efisien untuk mengkonversi karbon dioksida ke dalam molekul rantai karbon seperti starch dan minyak,” jelas Ahli Biologi Brookhaven, Changcheng Xu yang mengarang jurnal tersebut. Dengan delapan kali denstas energy starch, minyak ganggang akan menjadi bahan baku yang ideal untuk membuat biodiesel dan bahan bakar terbarukan lainnya.

Namun ada beberapa kendala saat merubah ganggang mikroskopis menjadi produsen minyak. Saat mikroba kecil menggunakan karbon dioksida untuk melakukan photosynthesis, biasanya mereka merubah karbon menjadi starch ketimbang minyak. “Normalnya ganggang memproduksi sedikit minyak,” ujr Xu. Sebelum penelitian di atas, satu-satunya cara yang diketahui oleh ilmuwan untuk menyeimbangkan produksi minyak adalah dengan membuat ganggang meras lapar akan beberapa nutrisi tertentu, seperti nitrogen. Minyak yang diproduksi akan meningkat, namun ganggang akan berhenti tumbuh – sebuah kondisi yang tidak ideal untuk jangka panjang.

“Tujuan kami adalah untuk mempelajari faktor yang berkontribusi untuk produksi minyak dalam ganggang. Termasuk yang mengontrol peralihan metabolisme antara starch dan minyak, untuk melihat apakah kita bisa meningkatkan keseimbangan untuk memproduksi minyak tanpa menghentikan pertumbuhan ganggang,” jelas Xu. Riset yang lebih rinci yang dilakukan oleh Jilian Fan dan Chengshi Yan, rekanan pusat riset Brookhaven, menunjukkan bahw jumlah karbon merupakan faktor penting yang menentukan berapa banyak minyak yang diproduksi.

Categories