Kematian Pemimpin Venezuela Tinggalkan Ketidakpastian Minyak

Presiden Venezuela, Hugo Chavez, sosialis popular yang memenangkan 4 periode pemerintahan dan berhasil mengatasi upaya kudeta, telah meninggal (diindikasi) karena komplikasi kanker. Dia digantikan oleh Wakil Presiden Nicolas Maduro sampai pemilu baru diselenggarakan secara konstitusional, diperlukan persiapan sampai 30 hari.

Kematian Chavez meninggalkan pertanyaan besar tentang cadangan besar Negara minyak tersebut. Upaya produksi di Venezuela saat ini sedang turun dan telah menurun lebih dari 20% sejak tahun 1998. Meskipun perusahaan minyak yang dijalankan pemerintah, Petróleos de Venezuela (PDVSA) diharapkan dapat meningkatkan produksi tersebut, namun tampaknya akan berdampak kecil pada hubungan dingin antara Negara Amerika Selatan dan Amerika Serikat.

Wakil Presiden Maduro, adalah seorang loyalis Chavez diharapkan akan mengamankan kemenangan di pemilu yang dimandatkan konstitusi. Dia telah disahkan Chavez untuk menjadi penggantinya dan dianggap popular di kalangan pemilih dan militer Negara. Lawannya yang mungkin akan tampil adalah Henrique Capriles, yang juga mencalonkan diri melawan Chavez pada 2012 lalu.

Chavez naik ke tampuk kekuasaan tertinggi di Negara itu pada tahun 1998 setelah ketidakpuasan dengan pejabat korup menyebabkan keinginan publik untuk perubahan. Selama 14 tahun dia menjalankan jalur politik yang disebutnya sebagai “21st Century Socialism.” Kebijakannya kontroversial dan menyisakan perdebatan berlanjut hingga saat ini apakah usahanya pada akhirnya membantu ataukah menyakiti warga Negara termiskin.

Penggunaan sumber daya minyak Venezuela oleh Chaves juga kontroversial. Minyak awalnya berkembang dalam ekonomi Venezuela di bawah kepemimpinan Chaves. Negara ini diyakini memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, dan Chaves menumbuhkan PDVSA selama waktunya memimpin. Harga minyak yang tinggi membawa milyaran ke Negara itu, sedangkan Chaves menendang perusahaan eksplorasi dan produksi milik Amerika.

Rincian Spesifik untuk pemilu baru diharapkan aka nada dalam beberapa hari kedepan. Konstitusi Venezuela menyatakan bahwa juru bicara Majelis Nasional saat ini, Diosado Cabello, akan diasumsikan presiden interim jika persiden baru belum disumpah.

Categories