Smart Driving, Eco Driving

Gaya hidup ramah lingkungan salah satunya bisa diterapkan atau dinilai dari cara kita berkendara, Perilaku mengemudi ekonomis dan ramah lingkungan ini dikenal dengan istilah Eco Driving. Perilaku Eco Driving ini harus menjadi pedoman bagi pengendara karena selain bisa menghemat bahan bakar, juga bisa menjadikan ramah lingkungan, hemat biaya perawatan kendaraan, mengurangi tingkat stress pada pengemudi serta memberi kenyamanan bagi penumpang.

Ada beberapa prinsip dasar dalam Eco Driving yang bisa kita terapkan dalam berkendara sehari-hari, yaitu:

  • Pindahkan transmisi ke posisi yang lebih tinggi secepat mungkin. Kecepatan sebelum 2500 Rpm bagi kendaraan berbahan bakar bensin atau gas dan kecepatan sebelum putaran 2000 Rpm bagi kendaraan berbahan bakar diesel.
  • Sedapat mungkin pertahankan kecepatan pada putaran ekonomis agar energi yang terbuang dan boros bahan bakar dapat dikurangi.
  • Hindari pengereman dan akselerasi yang tidak perlu, kecuali dalam keadaan terpaksa. Antisipasi kondisi lalu lintas dan tidak berada di belakang mobil lain terlalu dekat dapat menghemat bahan bakar hingga 5 – 10%.
  • Antisipasi arus lalu lintas yang mencakup: lalu lintas di depan kendaraan kita, dari arah berlawanan, di persimpangan, maupun yang mendahului dan mundur
  • Memperlambat kendaraan dengan lembut, dengan menetralkan segera transmisi/menekan pedal kopling (bila tenaga mesin untuk pengereman tidak diperlukan lagi) sehingga mesin akan secepatnya kembali pada putaran ideal dan sisa energi dorong (kinetis) kendaraan dapat dimanfaatkan sampai ke posisi yang diinginkan.
  • Mengatur perpindahan transmisi dan memanfaatkan kecepatan dengan tepat dan cermat saat melalui jalan yang menanjak ataupun menurun.
  • Matikan mesin sewaktu perhentian singkat; pada lintasan jalan kereta api, lampu lalu lintas, jalan macet atau sedang menunggu sesuatu yang berhentinya diperkirakan lebih dari 60 detik. Ketika menghidupkan mesin kembali, jangan tekan pedal gas.
  • Mengurangi kecepatan saat mendekati belokan sampai mencapai kecepatan yang sesuai, bila perlu pengurangan kecepatan dilakukan dengan tenaga mesin atau sebisanya tanpa pengereman dan tidak menurunkan transmisi pada posisi yang lebih rendah.
  • Muatan/beban yang mempengaruhi pemakaian bahan bakar yang utama. Penambahan beban 100 kg pada kendaraan ukuran sedang (1500 kg) akan meningkatkan konsumsi bahan bakar sekitar 6 – 7%.
  • Makin cepat laju kendaraan maka makin besar hambatan udara yang ditimbulkan, misalnya pada kecepatan 120km/jam dapat meningkatkan sedikitnya 20% pemakaian bahan bakar.
  • Tekanan ban harus selalu diperiksa untuk mengurangi hambatan gesek ban. Tekanan yang tidak sesuai, misalnya kurang 25% dari spesifikasi normal dapat meningkatkan tahanan gesek sampai 10% serta memboroskan bahan bakar sebesar 2%. Tekanan ban yang terlalu rendah juga mempunyai akibat kurang baik pada jarak
    Untuk memastikan tekanan ban, periksa sedikitnya sekali sebulan.
  • Servis berkala untuk menghemat bahan bakar, membersihkan saringan udara, serta melaksanakan pekerjaan servis rutin lainnya dengan benar. Diakhiri dengan uji emisi yang dapat membantu Anda menghemat bahan bakar. Oleh karena itu, lakukan pekerjaan servis berkala kendaraan Anda pada bengkel yang Anda percaya.

sumber: www.tta-international.com

Categories