Natural Gas Lebih Dibutuhkan Untuk Perangi Pemanasan Global

Tidak peduli bagaimana cara Anda mengeksplorasi, menggunakan gas alam sebagai sumber energi merupakan salah satu langkah cerdas untuk melawan perubahan iklim global dan menjadi langkah transisi yang baik menuju energi rendah karbon dari angin, tenaga matahari dan tenaga nuklir. Itu merupakan sebuah kesimpulan dari riset yang baru dilakukan oleh Cornell Professor Lawrence M. Cathles dan dipublikasikan di jurnal Geochemistry, Geophysics and Geosystem.

Cathles, yang merupakan staf pengajar di Cornell’s Department of Earth and Atmospheric Sciences, melakukan review terhadap data industry dan pemerintah terbaru pada tingkat kebocoran gas alam selama ekstraksi. Dia menyimpulkan bajwa mengganti energy has alam untuk batubara dan produk minyak menghasilkan keuntungan hingga 40% untuk mencegah pemanasan global, Serta bermanfaat menjadi salah satu sumber rendah karbon.

“Dari sudut pandang rumah kaca, akan menjadi sangat lebih baik jika kita bisa megganti semua fasilitas listrik dengan tenaga angin dan tenaga matahari. Namun menggantinya dengan pusat gas alam akan menjadi lebih cepat, lebih murah dan rendah karbon hingga 40%,” jelas Cathles.

Studi Cathless yang bertajuk “Mengkaji Dampak Rumah Kaca dari Gas Alam,”  juga menyajikan temuan tambahan termasuk penggunaan alam sebagai sumber energy, dampak iklim, mertode pengeboran gas dan yang lainnya.

Pesan yang paling penting yang dilaporkan dalam kesimpulan ini adalah mengganti batu bara dan minyak dengan gas alam merupakan cara yang signifikan untuk mengurangi pemanasan global dengan menyatakan, “sebuah transisi yang lebih cepat bahwa sumber energy rendah karbon akan mengurangi efek pemanasan rumah kaca lebih lanjut. Namun subtitusi natural gas untuk bahan bakar fosil lainnya akan sama-sama menguntungkan.”

Categories