Pars Oil & Gas Company Umumkan Janji Ahmadinejad untuk Selesaikan Jalur Pipa Gas Pakistan Pada 2014

Presiden Iran telah mengatakan bahwa jalur pipa Iran- Pakistan akan selesai sesuai jadwal pada 2014, meskipun Amerika Serikat menekan untuk menghentikan proyek ini.

AFP melaporkan dari Islamabad mengutip Presiden Iran, Mahmoud Ahamadinejad mencatat bahwa pada Kamis berjanji soal penyelesaian proyek pipa gas multi-miliar dollar ke Pakistan, tepat pada waktunya, mengecilkan ketakutan finansial dan tekanan AS pada Islamabad untuk menghentikan proyek ini.

Pakistan dan Iran telah menandatangani kesepakatan pada tahun 2012 di mana Teheran akan memasok gas ke tetangga timurnya itu mulai tahun 2014 dengan penjualan mencapai 1 miliar kaki kubik(28 juta kubik meter) per hari hingga pertengahan 2015.

Proyek ini tergambar sebagai sebuah pipa, sepanjang 900 kilometer, dibangun dari Assaluyeh di Iran selatan ke Perbatasan Pakistan.

800 kilometer pipa lainnya juga akan diperlukan di dalam negeri Pakistan untuk menerima gas dari ladang South Pars milik iran di Teluk.

“Kami ingin menyelesaikan proyek ini pada tahun 2014,” Tukas Ahmadinejad dalam konferensi pers di Islamabad.

“Bagian dari pipa di sisi Iran akan segera diselesaikan dengan cepat, sementara di sisi Pakistan pekerjaan akan segera selesai,” ujarnya, Ia juga menambahkan bahwa Iran juga memperpanjang “bantuan keuangan” ke Pakistan untuk Tujuan ini.

Dia mengatakan iran juga menyediakan listrik ke Pakistan dan kedua Negara telah menandatangani perjanjian hingga 1000 megawatt pasokan listrik.

Ahmadinejad juga menepis tekanan AS pada proyek pasokan gas ke Pakistan.

“Amerika tidak dapat mempengaruhi proyek ini,,, InsyaAllah proyek ini akan segera selesai dan gas akan mencapai Pakistan.”

Rencana penyelesaian pipa di Pakistan telah mengalami kesulitan akibat keengganan investor yang takut akan dikenai sanksi (oleh AS).

Pakistan menegaskan pipa sangat penting untuk upaya-upaya dalam mengatasi krisis energy yang mereka hadapi, tetapi Amerika Serikat telah menyatakan keberatan yang kuat untuk proyek ini.

Hal ini mendesak Islamabad untuk meninggalkan proyek ini karena sanksi terhadap Iran atas program nuklirnya yang kontroversial.

Pakistan yang meproduksi hanya 80% dari kebutuhan listrik mereka sendiri, melihat proyek gas senilai $7.5 miliar ini sebagai jawaban parsial terhadap krisis yang mengakibatkan pemadaman listrik dan mencekik industri.

Iran yang merupakan Negara dengan cadangan gas terbesar kedua di dunia berkembang pesat produksinya. Namun Iran hanya dapat mengekspor sebagian kecil hasil produksinya karena kurangnya pipa atau infrastruktur pencairan.

Categories