Pendapatan Migas Laut Utara DiproyeksikanTurun

The Office for Budget Responsibility (OBR), sebuah badan pengawas anggaran di Inggris memperkirakan penurunan pendapatan migas Laut Utara. OBR memproyeksikan penerimaan minyak dan gas Laut Utara menjadi sekitar 0.05% dari PDB pada 2040 – 2041.

Proyeksi ini sendiri hanya sekitar setengah dari prediksi sebelumnya pada tahun lalu. Namun dalam hal ini Menteri Skotlandia, Michael Moore menanggapi hal tersebut sebagai “konsekuensi jangka panjang yang besar” bila Skotlandia meninggalkan Inggris.

OBR mengidentifikasikan bahwa turunnya proyeksi harga minyak dan gas menjadi pendorong utama angka perkiraan pendapatan sector migas di tahun ini. “Proyeksi kami untuk harga minyak dan gas lebih rendah dari tahun lalu… harga minyak naik dari $96 per barel pada tahun 2016 dan $173 per barel pada 2040,” ujar staff OBR,

Hal tersebut sebanding dengan proyeksi dalam laporan OBR tahun lalu, dengan perkiraan kenaikan harga minyak di 2015 mencapai $107 per barel dan terus meningkat mencapai  $206 per barel pada tahun 2040.

Juru bicara pemerintah Skotlandia mengatakan bahwa cadangan migas tetap menjadi sumber daya ekonomi yang sangat besar selama beberapa dekade yang akan datang.

“Dengan lebih dari setengah nilai cadangan migas Laut Utara yang dapat di ekstrak, kesemuanya mencapai  24 miliar barel dengan perkiraan nilai kotor mencapai £ 1.5 triliun,” tukasnya.

“Pemerintah Skotlandia mengembangkan strategi migas bersama industry dan terus menjabarkan rencana untuk membantu industri saling memperkuat titik potensinya serta mampu meningkatkan investasi mencapai £8.5 miliar di 2011. Angka tersebut diharapkan naik hingga £11.5 miliar di 2012 ini. Hal ini tentu menunjukkan kepercayaan diri yang dimiliki bisnis di Skotlandia,”papar juru bicara wanita Pemerintah Skotlandia tersebut.

Masih menurut juru bicara tersebut, dengan kemerdekaan, pemerintah Skotlandia akan memiliki pengungkit ekonomi yang diperlukan untuk memberikan stabilitas jangka panjang dan insenti f fiscal yang  dapat memaksimalkan produksi, mendorong investasi serta nantinya akan meningkatkan pendapatan pajak mereka.

“Keadaan tersebut akan bertolak belakang dengan kondisi fiscal yang tidak stabil saat ini dibawah kendali pemerintah Inggris yang telah banyak dikritik oleh pelaku industri,” lanjutnya.

“Meskipun keberhasilan terus-menerus dari sektor minyak dan gas Skotlandia memiliki basis pajak yang luas dan tidak terlalu bergantung pada Laut Utara, bahkan ketika pendapatan dari Laut Utara turun selama krisis keuangan global, posisi fiscal Skotlandia tetap lebih kuat dari Inggris,” pungkasnya.

Categories