Produksi Minyak Mentah AS Naik 74 Persen pada 2012

Produksi minyak mentah di Amerika Serikat diproyeksikan akan tumbuh sebesar 74%, atau lebih dari 4.9 juta barel per hari (MMb/d), selama 10 tahun ke depan dengan rata-rata 11.6 MMb/d pada tahun 2022. Demikian laporan Bentek Energy, sebuah unit analitik data energi milik Platts, perusahaan terkemuka penyedia data energi global, petrokimia dan logam.

“Hal ini tidak hanya memproyeksikan pertumbuhan produksi minyak akan mempengaruhi Amerika Utara, hal ini juga memiliki dampak dramatis bagi pasar minyak mentah dunia,” ujar Jodi Quinnell, Bentek oil analysis manager. “Kami meramalkan perpindahaan besar-besaran impor minyak tradisional melalui jalur perairan ke Amerika serikat pada tahun 2022, menggeser 45% total pasokan minyak mentah AS hingga tak lebih dari lima persen.”

Pada “North American Perspective section of its Crude Awakening: Shale Boom Hits Oil”, Sebuah laporan khusus, serangkaian analisa dan prakiraan jangka panjang reginal dan global, Bentek mengungkapkan impor AS melalui jalur perairan akan menurun hingga kurang dari 1 MMb/d pada tahun 2022 dibandingkan dengan 6.7 MMb/d pada 2011 ( http://www.bentekenergy.com/CrudeAwakening.aspx#2012 )

Pada bagian lain Bantek memiliki data prakiraan pasokan dan permintaan minyak mentah untuk AS dan Kanada pada 10 tahun terakhir, termasuk proyeksi produksi regional, impor luar negeri, arus regional dan permintaan penyulingan. Terdapat pula ulasan kendala-kendala transportasi minyak mentah.

“Seperti yang bisa diharapkan dengan sebuah prakiraan,kita juga akan melihat harga minyak mentah Amerika Utara akan menurun dibandingkan dengan minta-mitra global mereka,” lanjut Quinnell.

Analis Bentek mengatakan naiknya proyeksi produksi minyak AS – sebagian besar didorong oleh aktivitas minyak serpih (shale oil) di Eagle Ford dan Bakken berperan di mid-western AS dan sebagian Kanada – beriringan juga dengan harga minyak AS dan Kanada yang relative lebih rendah dari patokan minyak internasional.

Categories