Proses Baru Gandakan Bahan Bakar Alternatif & Reduksi Biaya

Sebuah penemuan baru mampu membuat bahan bakar alternative butanol menjadi lebih menarik bagi industri biofuel. Seorang peneliti dari University of Illinois, Hao Feng telah menemukan cara yang menjadi jalan keluar untuk para produsen yang telah merasa frustasi dan mampu mereduksi biaya energi secara signifikan.

“Tantangan pertama dalam produksi butanol adalah pada tingkat konsentrasi tertentu bahan bakar yang dibuat bisa menjadi racun bagi organisme yang dipakai (clostridium pasteurianum dan yang lainnya). Isu lainnya adalah biaya energi yang cukup tinggi untuk menghilangkan butanol dari fermentation broth [ada konsentrasi tinggi yang digunakan oleh industri,” ujar Feng.

Pada penelitian yang didanai oleh Energy Biosciences Institute ini tim Fenf berhasil menguji penggunaan non-ionic surfactant atau co-polymer untuk membuat struktur kecil yang bisa menangkap molekul butanol.

“Hal ini membuat jumlah butanol dalam fermentation broth menjadi rendah sehingga tidak membunuh organism dan kita bisa terus memproduksinya,” tambah Feng. Proses ini disebut fermentasi ekstraktif dengan meningkatkan jumlah butanol yang dihasilkan selama fermentasi sebesar 100% atau bahkan lebih.

Menurut Feng, produsen bahan bakar alternative bisa jadi akan kembali melirik butanol karena memiliki sejumlah kualitas menarik. Butanol memiliki kandungan energi 30 persen lebih tinggi dari ethanol, menurukan tekanan uap, tidak mudah menguap, tidak mudah terbakar dan mampu tercampur dengan bensin.

Categories