Seiring Meningkatnya Impor, AS Beralih ke Arab Saudi

Amerika Serikat telah siap menghadapi impor minyak, mengingat kenaikan stabil minyak yang berasal dari Arab Saudi dalam beberapa bulan terakhir. Demikian dilaporkan the New York Times.

Sementara pemerintahan Obama telah memberlakukan serangkaian sanksi baru terhadap Iran atas program nuklirnya, impor minyak dari  Teluk Persia telah benar-benar tumbuh berkat kenaikan 20 % pada minyak yang berasal dari Arab Saudi.

Negara ini telah memainkan peran utama dalam menjaga harga minyak pada tingkat yang wajar dengan meningkatkan produksi minyak untuk mengkompensasi sanksi terhadap Iran, dalam beberapa bulan terakhir melewati 10 juta barel minyak per hari.

Namun, beberapa analis khawatir bahwa AS terlalu mengandalkan pada sumber yang berpotensi stabil.

“Saat ada kesempatan keningkatan, baik nuklir Iran ataupun serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran, kita harus berusaha mengurangi ketergantungan kita pada minyak melalui Selat Hormuz dan tidak meningkatkannya lagi,” tukas Michael Makovsky, mantan pejabat departemen pertahanan di masa Bush pada Times.

Menggambarkan ketakstabilan wilayah ini, laporan Bloomberg menyebutkan Saudi Arabian Oil Co. baru-baru ini diserang oleh virus computer, meskipun perusahaan mengatakan produksi tidak terpengaruh.

Categories