Shell Berharap Bisa Segera Mengganti Status Force Majeure di Nigeria

Menurut penuturan pejabat berwenang Shell di Nigeria, Royal Dutch Shell mengharapkan bisa mengganti status force majeur pada dua grade minyak mentah di Nigeria pada akhir November ini. “Kami berharap hal tersebut akan diangkat pada akhir November di kedua terminal ekspor,” ujar Ian Craig, Vice President for Production & Exploration in sub-Saharan Africa.

Pada akhir Oktober silam, Shell Nigeria menyatakan status force majeur pada ekspor minya mentah Bonny dan Forcados, lantaran kerusakan yang disebabkan oleh pencuri dan banjir yang mempengaruhi pemasok.

“Masalah yang kita hadapi sekarang telah terjadi berulang kali. Saat Anda memperbaiki satu kerusakan, maka akan muncul kerusakan lainnya. Saya yakin kami bisa mengatasinya dengan cepat,” ujar salah satu eksekutif perusahaan yang berbasis di Lagos ini di sela-sela konperensi minyak Afrika yang dihelat oleh Global Pacific & Partners. Secara terpisah, Shell mengatakan bahwa produksi minya Nigeria terpaksa dipangkas sekitar 20 ribu barel per hari pada kuartal ke empat karena banjir di Delta Niger.

Categories