Tujuh Perusahaan Berminat Eksplorasi Migas Afghanistan

Tujuh perusahaan energy bergabung dengan Exxon Mobil Corp. menunjukkan ketertarikan untuk menawar hak eksplorasi atas minyak dan gas di Afghanistan. Kabar ini disampaikan oleh Departemen Pertambangan Afghanistan.

Tujuh perusahaan tersebut adalah Dragon Oil PLC dari Dubai, Kuwait Energy Co., ONGC Videsh Ltd. dari India, Petra Energia SA dari Brazil, Pakistan Petroleum Ltd, PTT Exploration & Production dari Thailand dan perusahaan Turki, TPAO. Menurut rilis resmi yang diumumkan Departemen Pertambangan Afghanistan rabu kemarin, ketujuh perusahaan tersebut telah mengirimkan surat “expression of interest” untuk mengeksplorasi kawasan Afghanistan-Tajikistan di Afghanistan Utara.

Awal pecan ini, Exxon mobil menegaskan bahwa salah satu unit usaha mereka, Esso Exploration Ltd. telah memberikan pengajuan penawaran.

Surat resmi minat ekspolrasi tersebut membuat perusahaan akan mendapat akses terkait data seismic dan data sumur (well log) di dalam dan di sekitar area Afghanistan Utara, dekat kota Mazari-Sharif. Menurut US Geological Survey, blok cekungan Afghanistan-Tajikistan kemungkinan berisi sekitar 1 miliar barel minyak. Tawaran eksplorasi itu sendiri akan diterima di musim gugur.

Menteri Pertambangan Wahidullah Shahrani mengatakan daftar peserta lelang menunjukkan “Pertumbuhan yang kuat dan perkembangan yang cepat atas ketertarikan pada sector minyak dan gas Afghanistan. Mengingat keberhasilan tender di Cekungan Amu Darya, kami percaya tender ini akan memperbesar kemajuan yang telah kami buat,” lanjut Menteri Shahrani. Pernyataan tersebut mengacu pada penawaran lelang  tender migas Afghanistan tahun lalu. Lelang tahun lalu dimenangkan oleh perusahaan patungan antara China National Petroleum Corp dan sebuah perusahaan lokal Afghanistan.

Perusahan patungan tersebut telah mulai berproduksi di Amu Darya mulai 24 Juni lalu dan diharapkan mampu memproduksi hingga 150.000 Barel minyak di tahun 2012.

“Dari 20 perusahaan yang menunjukkan minat pada putaran akhir tender baru ini, 12 perusahaan didiskualifikasi karena mereka tak memiliki cukup sumber daya keuangan atau keahlian teknis yang diperlukan, tidak menyerahkan  informasi mereka sesuai batas waktu 30 Juni atau tidak menyampaikan informasi yang lengkap,” tutup Menteri Pertambangan.

Categories