Wakil Menteri ESDM : EOR Adalah Kunci Untuk Produksi Minyak Nasional

Ketika meresmikan Pilot Enhanced Oil Recovery (EOR) Stasiun Kaji-Semoga Field, Rimau Asset, Sumatera Barat, Wakil Menteri ESDM, Rudi Rubiandini menyatakan bahwa teknologi EOR adalah kunci dari produksi minyak nasional. Mahalnya biaya pelaksanaan EOR adalah masalah dalam pelaksanaannya.

“Menjelajahi sisa minyak tidak mudah, penerapan EOR untuk mempertahankan atau meningkatkan produksi dilakukan berdasarkan karakteristik minyak, jika minyak ini kental seperti di Duri, kemudian uap akan digunakan bukan surfaktan. Jika minyak ringan seperti di Mina, uap tidak boleh digunakan karena gagal untuk kapur. Kaji lapangan juga tidak dapat menggunakan surfaktan, tidak bisa dicuci karena lubang besar, sehingga polimer akan digunakan. Total menggunakan gas karena mereka memiliki banyak gas. Jadi, kami memiliki banyak pilihan,” kata Wakil Menteri ESDM, Rudi Rubiandini setelah meresmikan Pemulihan Minyak Percontohan Peningkatan (EOR) Stasiun Kaji-Semoga Field, Rimau Asset, Sumatera Barat, Senin (07/01).

Mahalnya biaya implementasi EOR di lapangan utama menyebabkan pemanfaatan lahan menjadi minimum.Wakil Menteri disarankan untuk melibatkan pihak lain yang memiliki kekuatan finansial yang kuat dan juga pengalaman, belum tentu pihak asing, bisa jadi BUMN, ROE, atau investor swasta nasional.

“Cara termudah adalah bekerja sama dengan pihak lain yang memiliki keuangan dan pengalaman,” kata Wakil Menteri.

Beberapa negara menggunakan EOR terbukti mampu mempertahankan produksi minyak mereka seperti di Datsun, Cina yang telah mampu mempertahankan produksi tetap dalam 2 juta barel selama 20 tahun. Meningkatkan produksi dengan memanfaatkan teknologi EOR sudah diamanatkan dalam Peraturan Menteri Nomor ESDM 06 Tahun 2010 tentang Minyak dan Gas Peningkatan Produksi dan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2012. Dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 06 Tahun 2010 juga menetapkan bahwa Kontraktor KKS akan mereproduksi bidang produksi yang ada, salah satunya adalah melalui teknologi EOR. Jadi, persediaan perlu dilakukan untuk menemukan ladang potensial.

Kewajiban penelitian EOR telah termasuk dalam Kontrak Production Sharing. Selain upaya tersebut, Pemerintah juga mendorong partisipasi lembaga penelitian dan pengembangan atau universitas untuk mengambil peran dalam penelitian tentang jenis injeksi cairan, mikroba, CO2 dan nitrogen.

Ada tiga teknik memanfaatkan EOR. Pertama, teknik termal adalah dengan menyuntikkan temperatur fluida tinggi ke dalam formasi untuk menurunkan viskositas minyak, sehingga akan dengan mudah mengalir. Kedua, menggunakan teknik kimia menyuntikkan bahan kimia seperti surfaktan untuk dengan mudah mengalirkan minyak. Proses ketiga, yaitu proses campuran dengan menyuntikkan cairan yang akan bercampur dengan minyak yang akan diproduksi.

Categories